Selasa, 30 November 2010

Wonderful Night !


I will not forget this day (30.11.2010) ! Yeah, I’m sure !
Ini hari Senin, hoaaa seperti senin-senin yang udah-udah : membosankan. Aku pikir gitu sih. Kegiatan standar bangetlaah, berangkat ke Surabaya pagi-pagi, ngerjain tugas kelompok, ketawa-ketawa nggak jelas sama temen-temen, kuliah (tapi untungnya ternyata nggak ada kuliah, haha), nongkrong, pulang.
Tapi ternyata NGGAK !
Dimulai dari kebosanan si Kamel dengan kampus. Dia ngajakin nonton Unstopable. Aku juga minat banget siih, udah lama juga nggak nonton. Tapii ternyata oh ternyata, mulainya nanggung banget jam 5. Mikir kan ya, ntar magribannya gimana ? Aduuh pasti ribet dan nggak asik, masa’ tengah-tengah nonton pake keluar bioskop buat solat sih, buat pipis aja males banget. Akhirnya : BATAL.
Sampe akhirnya dateng si Dito sama si Danang yang ngajakin karaokean di NAV (lagi). Aku sama si Kamel yang emang pada dasarnya butuh hiburan banget sih jelas iya-iya aja, haha. Akhirnya dari hasil kita nyales, promosiin ke anak-anak tentang rencana kita ke NAV, kita mendapatkan para personil (patungan) tambahan : Chyntia + Zaza. Jadilah kita berenam capcus ke NAV.
Ada yang lagi hepi, ada yang lagi galau sama perasaannya. Semuanya campur aduk. Kayak lagu-lagu yang kita setel buat karaokean. Lagu jatuh cinta, lagu buat ayah-bunda, sampe lagu perpisahan. Haha konyol sih, baru baca judul lagunya Ada Band feat. Gita Gutawa yang Yang Terbaik Bagimu aja udah langsung keingen Papa, nangis dipeluk sama si Chyntia.
Waktu satu jam berasa cepeeeeet banget, akhirnya kita nambah 1 jam lagi. Dan tetep aja, waktunya kurang. Dan yang paling goblok adalah begitu di display muncul tulisan ’10 menit lagi’, kita langsung ngepotong-potongin lagu. Yaa berhubung yang pengen kita nyanyiin masih nyisa banyak banget dan nggak mungkin waktu 10 menit itu cukup, akhirnya kita nyanyiin lagunya sebait-ganti-sebait-ganti. Tetep juga nggak kelar. Dan yang jelas kita udah kelaperan. Zaza sama si Danang udah beli snack banyak buat dibawa masuk, eh ketauan sama petugasnya, disita deh. Nasib.
Akhirnya kita balik. Bukan, bukan balik ke kos. Tapi balik capcus nyari makan. Setelah diskusi cukup lama di depan parkiran NAV—diskusi nggak jelas yang alay banget—sampelah kita pada keputusan untuk makan nasi goreng di Kalidami.
Nyampe di nasi goreng, kita langsung pesen (yaiyalah). Terus karena kita nggak kebagian tempat duduk, akhirnya kita bikin lesehan sendiri di depan rumah orang, yang ternyata itu kontrakan pakdenya Levi, temen kita sendiri. Haha tengsiiin, kita rame-rame gitu.
Nah ini, nih puncaknya. Nungguin nasi goreng kan lamanya minta ampun, jayus juga kan. Akhirnya kita main Truth or Dare, tau kan ? Tapi karena lagi males sama tantangan-tantangan, akhirnya kita ngapus Dare dari list permainan kita. Dan ternyata, untuk berkata jujur di depan temen-temen juga cukup menjadi satu tantangan.
Sumpah, kalo bukan karena permainan kali ini, mungkin aku nggak tau rahasianya Dito, orang yang bikin Kamel jatuh cinta, nggak tau perasaannya Zaza, nggak tau jalan pemikirannya Chyntia, nggak tau kalo Danang nggak suka ayam, nggak tau Esteh kayak gimana. Semuanya jadi jelas malem ini, di tempat gelap depan rumah orang, tempat kita makan nasi goreng. Kita udah yang rame banget sampe diingetin orang.
Malem ini, wonderful.
Ya, aku emang nggak ada apa-apanya banget dibandingin sama kalian. Tapi jujur, bisa kenal sama kalian tuh bikin aku seneng minta ampun. Tulus, aku sayang sama kalian. Kalian bener-bener orang-orang yang bisa nerima aku apa adanya :)
Speechless. Kita bakalan kayak gini terus kan, guys ?

Rabu, 24 November 2010

Putriku :)


Aku menghabiskan waktu sepanjang 17 tahun untuk menyayangimu, mencintaimu. Kamu ingat ? Aku selalu menyatakan rasa sayangku tiap kita menghabiskan waktu berdua. Ya, kadang-kadang aku kecewa jika kamu hanya tersenyum malu. Entah gengsi atau apa, kamu tak pernah membalas ucapan sayangku.
Yang aku suka darimu adalah ketika kamu selalu bersedia menemaniku ke mana saja. Kita seperti memiliki dunia sendiri. Aku dan kamu. Kamu tidak pernah jemu dengan apa yang aku lakukan. Haha, kadang aku merasa heran. Kenapa aku bisa menyayangi peempuan sepertimu yang lebih cenderung bertingkah seperti lelaki ? Kamu menemaniku membeli balok-balok kayu panjang di toko bangunan, kamu menemaniku pergi memancing—kegiatan memancing pertama dan terakhirku karena aku tidak suka memancing, kamu menemaniku pergi ke tempat-tempat yang belum pernah kamu tahu. Kita menelusuri jalan bersama, seberapa banyak pun waktu yang kita gunakan untuk saling diam dan kehabisan bahan obrolan, aku tetap merasa makin dekat denganmu.
Dan kamu tahu ? Kamu tidak cantik, tapi kamu terlihat sangat manis. Kamu mirip istriku, makanya aku menyayangimu. Hmm, bagaimana bisa aku melakukan hal ini terhadap istriku. Dia yang pertama dan akan menjadi satu-satunya pendamping dalam hidupku, kamu tahu. Aku pikir dia adalah satu-satunya wanita yang bisa membuatku jatuh hati dan begitu melimpahkan rasa sayangku untuknya. Tapi sejak kehadiranmu, kamu merubahnya. Ada ruang yang lebih untukmu.
17 tahun itu cukup lama. Aku sendiri sudah merasakan banyak hal ketika hidup lebih lama dari usiamu: penat, bahagia, semuanya. Mungkin itu juga alasan kenapa Tuhan memudahkan jalanku untuk pergi meninggalkanmu, meninggalkan bumi-Nya.
Putriku, jangan pernah berhenti memanggilku “Papa”. Aku tahu, seberapapun sulitnya kehidupanmu tanpa aku, kamu pasti bisa melewatinya. Ingat “Janji Jagoan” yang aku berikan padamu. Itu rahasia kita, dan itu kuncimu untuk selalu kuat, karena kamu Putriku.
Jaga istriku selalu, orang yang susah payah menggotongmu selama sembilan bulan.
“Papa sayang kamu”
Untuk Papa yang dalam sehat hingga sakitnya tidak pernah berhenti mengatakan “Awakmu iki bedo karo mbak-mbakmu, Papa iki pokoke sayang seru karo awakmu”…
I love you too, Dad. More than that you know :)
PS : I’m 19 now Dad :)

Minggu, 21 November 2010

Suatu Hari di NAV



Beberapa waktu yang lalu sempet capcus sama esteh, kamel, fefe, chyntia, todsky, alay, biber, dadan ke NAV. Haha emang tempat nongkrong yang oke banget buat ngelepasin penat. Sekalian nyalurin hobi nyanyi yang cuma ngendon di kamar mandi juga sih ;D
Biasalah, namanya juga buat seru-seruan kan ya, jadi yang diputerin juga seru-seru. Mulai dari lagu yang yang ‘kita banget’, sampe lagu-lagunya Roma Irama yang Azza; The Bagindas yang C.I.N.T.A (yeaks!); sampe Sule yang Susis. Hahaaaanorak semuanya !
Nah yang cewek-cewek kan lagi desperate in love semua kan yaaa.. akhirnya di kalimat yang nunjukin kita banget, kita nyanyiin penuh penekanan sambil teriak sekenceng-kencengnya seolah-olah kita neriakin seseorang special yang bikin kita feeling blue -_____-

Hmm, gak tau kenapa ya.. karaokean dua jam, dengan segitu banyak lagu yang diputer + dinyanyiin, ada satu lagu aja yang berbekaaaaaas banget rasanya. Feel sedihnya kerasa banget, menohok banget pas nyanyiin lagu ini, Untitled-nya Maliq n D’essentials
Ketika kurasakan sudah ada
ruang di hatiku yang kau sentuh...oh
dan ketika kusadari sudah
tak selalu indah cinta yang ada..uwo..o..o
mungkin memang ku yang harus mengerti
bilaku bukan yang ingin kau miliki
salahkah ku bila
kaulah yang ada di hatiku
oh...

adakah ku singgah di hatimu
mungkinkah kau rindukan adaku
adakah ku sedikit di hatimu ?
bilakah ku mengganggu harimu
mungkinkah tak inginkan adaku
akankah ku sedikit di hatimu ?

bila memang ku yang harus mengerti
mengapa cintamu tak dapat kumuliki
salahkah ku bila
kaulah yang ada di hatiku
kau yang ada di hatiku X2

bila cinta kita tak kan tercipta
ku hanya sekedar ingin tuk mengerti
adakah diriku oh singgah di hatimu
dan bilakah kau tau
kaulah yang ada di hatiku
kau yang ada di hatiku
adakah ku di hatimu ?
AKU BANGET -____-

Sabtu, 20 November 2010

:((


Ya Allah, aku ngerasa udah goblok banget terlalu naruh harapan besar sama orang yang jelas-jelas banget dia nggak bakalan ngegubris aku. we just friend dan nggak akan lebih. Aku seneng, seneeeeeng banget ketika tiap hari aku dapet banyak informasi tentang dia dari banyak sumber. Tapi informasi terakhir lebih nyakitin banget ya Allah. He likes someone, seseorang yang lebih tua dari aku tentunya.

Ya Allah, aku mau bangun. Mauuu banget..
Tapi nggak ada yang bisa bangunin aku sekarang ini :(

Malam Miskin



Aku masih bisa melihat malam-malam seperti itu. Malam miskin. Gemerlap lampu kota menenggelamkan habis para pemukim jalanan yang tidur meringkuk kedinginan, kelaparan. Nasib naas itu menjadikan yang muda terlihat puluhan tahun lebih tua dengan muka lusuh dan baju compang-camping. Sandal pun tak punya.
Kenapa harus mereka yang ada di sana ?
Kenapa bukan orang-orang wakil rakyat yang berbuat tak layak yang justru harus merasa nikmat ?
Malam miskin.
Ada banyak generasi baru yang seharusnya menjadi penerus bangsa di sana. Mereka membutuhkan lebih dari sekedar kelayakan. Hh, kelayakan saja belum mereka dapat, hanya berhenti di mulut para petinggi.
Anggap saja itu bentuk keadilan Tuhan menciptakan umat-Nya. Ada yang kaya, ada yang miskin.
Itu saja.

Minus


Yang aku tahu, mataku minus, dan makin lama makin parah. Tapi entah kenapa aku sama sekali tak peduli dengan apa yang terjadi dengan mataku. Jujur, aku malah bersyukur.

Aku tidak pernah berharap memiliki kaca mata atau alat bantu melihat dalam bentuk apapun. Aku suka begini, berjalan dengan pandanganku yang kabur. Aku bisa merasakan nikmatanya melihat segala sesuatu di sekitarku menjadi buram. Pohon, rumah, tulisan, orang-orang, semuanya.

Kamu pikir aku gila ? Tidak.

Dengan penglihatanku yang tak normal ini, aku tidak perlu malu ketika aku harus ‘tampil’ di depan banyak orang. Aku tidak harus merasa takut atau minder dengan tatapan mereka. Ya, karena aku tidak bisa melihat jelas wajah-wajah sinis mereka.

Dengan mata minusku, aku tak perlu peduli dengan orang-orang yang aku benci. Aku anggap saja mereka angin lalu, toh mereka semua blur di mataku—dan segera akan blur juga dari hidupku.

Dengan mata minusku, aku tidak perlu susah-susah melihat sana-sini, mencari wajah-wajah tampan untuk menebar pesona. Aku tidak merasa rugi kalau aku tidak bisa bercuci mata dengan laki-laki manapun.

Jadi, dengan pandanganku yang cacat, aku bisa tetap setia denganmu, kan lelakiku ?



Cari di Sini

 
 
Copyright © Sepotong Keju
Blogger Theme by BloggerThemes Design by Diovo.com